Posted in me and words, Uncategorized

So B. It, Biarkan Berlalu

So B. It adalah sebuah novel terjemahan dari karya Sarah Weeks. Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ibu, anak dan setetangga dengan .

Heidi adalah seorang gadis berusia 12 tahun. dia tinggal di sebuah apartemen daerah bernama Reno. dia tinggal bersama mamanya yang mengalami gangguan otak dan tidak mudah untuk berbincang dengannya. heidi tidak bersekolah, namun dirumah dia belajar semua yang Bernadette tahu. Dette adalah tetangga Heidi yang tinggal di sebelah apartemennya. Dette mengidap gangguan agoraphobia yang membuat dia tidak bisa keluar rumah.

12 tahun yang lalu, bernie menemukanku dengan mama. bukan. mama yang menemukannya. seorang wanita mengenakan jas hujan dan membawa bayi mungil serta kaleng susu ditangannya menghampiri bernie. bernie selalu merawat kami. karena dia tidak bisa keluar dari rumah, melewati sebuah pintu yang mehubungkan ruang apartemen kami dia datang.

mama tidak ingat namanya, darimana dia berasal dan bagaimana sampai mereka ada disini. hanya 23 kata yang diucapkan oleh mama seumur hidupnya. tapi ada salah satu kata dari mama yang tak pernah diketahui makna dan artinya. Soof. apakah itu nama orang? atau apa?

Hal-hal yang ku ketahui tentang mama

So B. It

hanya itu yang diketahui Heidi tentang mama. So B. It adalah nama yang diucapkan mama pada bernie saat ditanya siapa namanya. nama belakang mama juga dicantumkan di nama belakang Heidi. Heidi It.

Soof. hanya karena kata “soof”, Heidi meninggalkan Reno, Mama, dan Bernadette menuju Hilltop Home, Liberty, New York. semua yang mengarahkan kepada cerita awal dia berasal, siapa mama dan apa itu “soof”.

semua pertanyaan, mungkin memang tak perlu kau cari tau apa maksudnya.

jawabanku terungkap setelah sampai di Hilltop. di sana aku bertemu dengan Mr. Thurman Hill, Elliot, dan Ruby serta Roy. Semua jelas di tempat ini, siapakah mama? darimana aku berasal, apakah itu “soof”.

Advertisements
Posted in me and words, Puisiku, Uncategorized

Tali Cinta

umpan yang kau sematkan pada kail telah terkait

kau mengulur tali sampai panjang dan hanyut mengikuti aliran air

tapi tak kau lepaskan

kau menunggu terus menunggu

umpanmu belum juga termakan oleh mereka

sampai kapan penantianmu berakhir

hampir saja kau menyerah

kau biarkan tali itu menjulur tanpa kau tarik

dan umpanmu habis dimakan sebelum kau menangkapnya

kau coba lagi ulur tali

kau dapat dan langsung kau tarik tanpa kau lepaskan

dia tak semudah yang kau inginkan

dia bergejolak, dia berontak dan akhirnya terlepas

kau mencoba kembali menjulurkan tali

kau dapat dan kau tarik

dia berontak lalu kau ulur

kau tarik lagi mendekat dia berontak kau ulur

sampai akhirnya dia sampai padamu

dengan senyuman puas kau memandangnya

hampir sama dengan CINTA

kau biarkan dia akan lari

kau tarik kuat dia akan terlepas

namun jika kau menariknya dan memberi dia sedikit kebebasan

dia akan datang padamu dengan senang hati dan senyuman indah

 

19/12/16 – akhirnya menulis lagi

Posted in me and words, Uncategorized

ORE WA REN!-Luka Hati Sang Pencari Mimpi

Baru-baru ini aku menemukan sebual bacaan yang menurutku keren.  Novel yang aku pinjam dari perpustakaan daerah Ungaran, letaknya dekat dengan alun-alun lama Ungaran dan pinggir jalan yang merupakan jalur angkutan umum.

ORE WA REN! – Luka Hati Sang Pencari Mimpi

Dari judulnya sudah langsung dikenali kalau novel ini ada unsur jepang-jepang gitu. Memang ada. Cuma cerita ini bukan bercerita tentang Jepang atau berlatar di Jepang namun di Indonesia.

Ren adalah seorang sosok pemuda jepang yang pindah sekolah ke Solo. Sejak awal kemunculannya, dia menjadi pusat perhatian semua orang disekolah. Bukan hanya karena dia murid pindahan dari Jepang, namun karena sikapnya yang tidak mentaati peraturan yang ada di sekolah.

Dalam sekejap, dia langsung menjadi popular dikalangan para gadis. Badannya yang atletis, jago main basket, dari luar negeri lagi. Bayangin mukanya aja udah bikin meleleh ni…. Hehe. Dia pun langsung memiliki teman-teman dekat dan sangat peduli padanya. Sikapnya yang selalu baik pada semua orang, ekspresinya yang seperti orang tanpa dosa semakin menambah orang-orang yang ada di dekatnya merasa nyaman dan senang.

Ternyata, dibalik fisiknya yang keren dia menyimpan kegelapan dalam hidupnya. Kegelapan yang selalu menghantui dirinya setiap malam. Minuman keras hanya menjadi temannya dalam kebimbangan, dalam pelariannya dan juga dalam kesendiriannya. Dia selalu merasa sendiri. tak memiliki keluarga yang sayang padanya dan membuatnya terjerumus dalam kegelapan.

Setelah dia merasa diterima oleh orang-orang sekitarnya, kejadian yang tak diinginkannya pun datang juga. Semua teman dan guru tahu kalau dia memiliki penyakit yang sangat berbahaya. Berawal dari goresan kapur basah di papan tulis, sampai kebenaran yang akhirnya terungkap. Meski ada yang hanya menganggap kabar itu gossip, namun kebenaran memang tak harus disembunyikan. Biarkan kebenaran muncul begitu saja.

Akibat kejadian itu, Ren kembali menjadi manusia yang merasa terbuang. Merasa tak memiliki arti hidup. Menjadi Ren yang kesepian. Namun, disaat terpuruk pun teman-teman terdekatnya selalu ada untuknya.

Belum usai masalah, muncul masalah baru. Orang yang tak dikenal dengan pakaian serba hitam, berkacamata dan bermuka Jepang mencari Ren. Banyak peristiwa yang dialami olehnya. Menggelandang, dikejar orang, berdarah, dicintai, hingga pengungkapan kebenaran yang tak pernah dia ketahui sebelumnya.

Di saat pelariannya, mata yang selalu memperhatikan Ren sejak awal mengungkapkan kebenaran bahwa dia adalah Saudara kembar Ren yang dari lahir telah terpisah oleh jarak. Kaget, senang, marah bercampur ketika Ren mendengar cerita itu. Dia kembali merasa punya keluarga. Kebenaran baru mulai terungkap semua, sang ayah yang dianggapnya tak pernah peduli padanya datang untuk menjemputnya kembali ke Jepang.

Orang yang selama ini mengejarnya mengancam melukai temannya, tanpa pikir panjang dia langsung beranjak pergi. Karena dia memang ada urusan dengan orang yang mencarinya. Orang itu adalah Saiko-komon pimpinan tertinggi setelah Oyabun, salah satu dari jajaran pimpinan tertinggi organisasi mafia Jepang Yakuza. Ren menceritakan niatnya untuk keluar dari organisasi itu meski tak mudah. Tubuhnya kembali tergores oleh sayatan pisau dan merusak tato kode keanggotaan yang ada di pergelangan tangannya. Kode yang selalu tertutupi oleh gelang yang terbuat dari akar-akaran.

Setelah selama pelariannnya, dia kembali merasa mempunyai keluarga baru, merasa dianggap. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantuinya akhirnya terjawab. Mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya akhirnya terungkap. Kasih sayang seorang ayah kembali didapatnya. Perjuangannya melawan penyakit HIV yang dideritanya tak lagi membuatnya merasa terkucilkan, karena ada orang-orang yang menyayanginya meski dia tau hidupnya tak lama.

Posted in me and words, Me and world, Uncategorized

Di atas Awan menanti Fajar Gunung Ungaran

bersambung dari Pendakian Pertama di Gunung Ungaran (part 1) dan Sensasi Pendakian Pertama, sekarang saatnya aku cerita saat menuju puncak (hahaha 😀 kaya lirik lagu) gunung Ungaran.

sekitar jam 4 pagi, kami lanjut jalan ke bukit yang merupakan jalan menuju puncak ungaran. dengan penerangan lampu senter yang kami bawa, jalan yang masih gelap dapat tersinari. jalan yang kami lalui merupakan jalan berbatu dan  memaksa kami untuk mendaki, meski tak terlalu curam.

setelah perjalanan yang tak terlalu lama, kamipun sampai di puncak. tapi sayang, langit belum memberikan tanda-tanda akan fajar. dan kami pun menunggu sampai fajar datang.

suwung banget deh, masih gelap, trus bingung deh mau ngapain. ngobrol-ngobrol, foto-foto jadi solusi. dan ketika fajar hampir tiba, banyak pendaki juga sudah ada di atas. bahkan yang anak-anak pramuka yang kami liat saat akan naik pun sudah mulai berdatangan. kami langsung mencari spot bagus agar bisa melihat sunrise.

dan akhirnya kami bisa menikmati sunrise yang wow… Indah banget…. foto-foto sampai puas, meskipun belum puas sih 😛

lanjut ke bukit sebrang, saat matahari sudah mulai menguning. bebatuan yang bisa jadi spot foto yang keren. kami pun berfoto dengan senangnya. sampai tak terasa matahari telah mulai naik.

 

 

Posted in Uncategorized

IKOM UNIKA SOEGIJAPRANATA

di Ikom Unika ada 2 program studi. yaitu Teknologi Informasi dan juga Sistem Informasi. di Program Studi Teknologi Informasi, mahasiswanya di ajari untuk membuat program, aplikasi, yang pasti berhubungan teknologi untuk menyampaikan informasi. ya mesti lah ya? hadeh…

di TI ini, ada beberapa konsentrasi yang bisa dipilih, kalau ga salah sih ada mobile computing dan Teknologi Informasi,

mungkin banyak karya-karya yang telah dibuat oleh prodi ini, selain GREGET MESSEGER, TI juga pernah mengirimkan 3 mahasiswanya untuk mengikuti semacam lomba Hacking yang diadakan di Bali beberapa bulan lalu. meskipun belum berhasil menang, Chandra-Mario-Rio merasa senang telah dapat mengikuti CYBER ARMY tersebut.

oke, lanjut ke Program Studi Sistem Informasi. Nah, di Prodi ini ada juga konsentrasinya. mau ke Game Technology atau Sistem Informasi. di prodi ini, ga cuma main coding, tapi mahasiswa-mahasiswi nya juga bisa main desain, bisa belajar tentang Psikologi, akuntansi, main animasi, bisnis dan banyak.

kalo di SI unika ini, yang pasti mempelajari tentang Sistem-sistem yang digunakan untuk menyampaikan informasi. dan ini nih, Game Technology, kaya namanya “Game Technology”, yang pasti ini konsentrasi program studi yang mempelajari tentang Game. dari membuat game, sampai pemasaran game.

ada banyak game yang sudah di buat oleh mahasiswa-mahasiswi dari Game Tech ini. salah satu contoh game yang telah dibuat adalah lets clean. game ini adalah game yang dibuat untuk mengajak mencintai kebersihan. game yang Let’s Clean ini  mengajak pemain untuk membersihkan tempat-tempat wisata.

sedikit tentang IKOM UNIKA SOEGIJAPRANATA,

semoga bermanfaat, terimakasih 😀 😉

UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG

Posted in Uncategorized

SAGARMATHA : A GOOD EFFORT WITH LOOSE STITCHES

karya Indonesia

Dan At The Movies

SAGARMATHA

Sutradara : Emil Hiradi

Produksi : Sinema Kelana, Cangkir Kopi Productions, Add Word Productions, 2013

SG9

            Lagi, di tengah stagnansi tema dalam film kita yang dari dulu agaknya selalu jadi kendala, satu-dua yang lantas mencoba menyuguhkan sesuatu yang beda, itu tentu artinya baik. Tapi untuk benar-benar jadi angin segar di tengah banyaknya jualan-jualan medioker yang ada, tak selamanya juga mereka berhasil. Now imagine this. Sebuah road movie yang digabungkan dengan tema persahabatan antar karakternya, itu mungkin biasa. Tapi kombinasinya dengan plot pendakian gunung yang berlokasi di Mount Everest, Himalaya, pasti membuatnya jadi menarik, apalagi bila disajikan dengan keindahan sinematografi dalam meng-capture sisi panoramiknya. Like a cross betweenLaura & Marsha’ dengan ‘5cm’ atau ‘Pencarian Terakhir’, kira-kira, tapi dalam plot perjalanan spiritual yang jauh berbeda serta menyimpan twist di penghujung back and forth storytelling-nya.

SG6

        Tak hanya punya judul…

View original post 505 more words