Posted in me and words, Me and world, Uncategorized

Di atas Awan menanti Fajar Gunung Ungaran

bersambung dari Pendakian Pertama di Gunung Ungaran (part 1) dan Sensasi Pendakian Pertama, sekarang saatnya aku cerita saat menuju puncak (hahaha 😀 kaya lirik lagu) gunung Ungaran.

sekitar jam 4 pagi, kami lanjut jalan ke bukit yang merupakan jalan menuju puncak ungaran. dengan penerangan lampu senter yang kami bawa, jalan yang masih gelap dapat tersinari. jalan yang kami lalui merupakan jalan berbatu dan  memaksa kami untuk mendaki, meski tak terlalu curam.

setelah perjalanan yang tak terlalu lama, kamipun sampai di puncak. tapi sayang, langit belum memberikan tanda-tanda akan fajar. dan kami pun menunggu sampai fajar datang.

suwung banget deh, masih gelap, trus bingung deh mau ngapain. ngobrol-ngobrol, foto-foto jadi solusi. dan ketika fajar hampir tiba, banyak pendaki juga sudah ada di atas. bahkan yang anak-anak pramuka yang kami liat saat akan naik pun sudah mulai berdatangan. kami langsung mencari spot bagus agar bisa melihat sunrise.

dan akhirnya kami bisa menikmati sunrise yang wow… Indah banget…. foto-foto sampai puas, meskipun belum puas sih 😛

lanjut ke bukit sebrang, saat matahari sudah mulai menguning. bebatuan yang bisa jadi spot foto yang keren. kami pun berfoto dengan senangnya. sampai tak terasa matahari telah mulai naik.

 

 

Advertisements
Posted in Me and world

Sensasi Pendakian Pertama ke Puncak Gunung Ungaran

back to my story…

tanggal 5 Agustus 2015, kami ber-10 memulai pendakian di Gunung Ungaran. perjalanan dari tempat berkumpul sampai ke Basecamp pendakian di mawar lumayan jauh, apalagi kami menaiki mobil bak terbuka. berangkat pukul 4 sore dengan perjanjian awal pukul 10 pagi. hahahaha 😀 lama banget kan? iya lah, orang yang nunggu aja sampe tidur-tidur bosen. setelah pembagian perlengkapan dan perbekalan selesai, lanjut jalan.dengan mobil yang telah dipinjam.

IMG_8490

sekitar jam 5 sore, kami sampai juga di Basecamp pendakian Mawar. setelah berpamitan dengan yang mengantar kami, lanjut ke tempat pendataan yang tinggal beberapa langkah dari kami berdiri. pada saat itu suasana di Mawar sangatlah ramai. ramai oleh banyak anak-anak pramuka penggalang yang sepertinya sedang mengadakan jambore tingkat jawa tengah. karena aku menemukan nama daerah di Jateng pada celana trainning beberapa orang disana.

setelah pendataan rampung, kami langsung menyusuri jalan menuju puncak gunung Ungaran. sepanjang jalan kami melihat pemandangan hutan, rumah-rumah yang kecil dan terlihat jauh, sungai, jalan, lampu. saat itu langit terlihat cerah, dengan awan tipis menyelimuti. goresan warna jingga menghiasi langit di ufuk barat. tapi sayang, kami tak dapat melihat bulatan matahari jingga menenggelamkan cahayanya karena kemegahan gunung yang kami tuju lebih tinggi daripada matahari yang bersembunyi dibaliknya.

perjalanan awal berjalan dengan lumayan mulus, belum terlalu terjal dan masih terlihat jelas bebatuan dan tanah yang kami lewati. sampai akhirnya kami bertemu kebun teh yang luas hijau dengan suasana langit yang sudah mulai gelap.peristirahatan pertama. kami sampai di tempat itu sekitar pukul 06.00 sore.

perjalanan berlanjut menyusuri hutan dengan jalan setapak yang di kelilingi oleh pohon dan jurang.selama perjalanan, keheningan akan membuatku takut meskipun berjalan bersepuluh. di perjalanan, selalu ada kata-kata yang terlontar, entah peringatan, entah nyanyian tak jelas, ataupun permintaan minta istirahat.

dingin semakin menusuk kulit saat kami beristirahat. panas tubuh yang tercipta karna perjalanan jauh beradu dengan dinginnya suhu diatas gunung. sampai di pos 1, istirahat dulu, setelah mengistirahatkan kaki dan melepas dahaga sejenak, lanjut menuju pos 2.

tak sabar ingin cepat sampai di tempat berkemah, membuat beberapa dari kami bertanya. masih jauh kah? jawaban nya, 15 menit lagi. setelah 30 menit berjalan lagi, pertanyaan itu muncul lagi. jawaban tetap sama, 15 menit lagi. hahaha 😀 setelah menempuh perjalanan dan istirahat beberapa kali, jawaban tetap sama, 15 menit lagi.

sampai akhirnya kami sampai di tempat kami akan mendirikan tenda. setelah melewati bebatuan dan tanah kering yang mengharuskan kami mendaki, dengan jalan yang hanya terlihat jika diberi penerangan dari senter seadanya yang kami miliki. dengan lelah yang amat sangat bagi kami yang tak biasa berjalan jauh dengan beban berat. akhirnya sampailah di tempat istirahat sementara kami. sekitar pukul 10 malam.

suasana masih gelap. hanya ada bintang dilangit yang jelas menyinari di langit yang luas dan gelap. kami mulai mencari tempat datar untuk mendirikan tenda. kami bersama-sama mendirikan tenda, dengan bekal dari Mas Kendi dan teman teman lain yang pernah mendirikan tenda. dan akhirnya berdirilah 2 buah tenda tempat istirahat kami ber 10.

setelah itu, langsung kami menyiapkan peralataan memasak seperti kompor, gas, nesting, piring, mangkok, sendok. masak mie dan membuat minuman hangat jadi tujuan kami saat istirahat kali itu. dan akhirnya selesai, lumayan untuk pengganjal perut. setelah semua dibereskan, di sebelah tenda kami ada bukit kecil yang lalu kami naiki. tidak terlalu tinggi, tapi setelah berada di puncak, wow, pemandangan yang terlihat sangatlah indah. langit terlihat lebih luas. dan semua yang dibawah terlihat sangat kecil dan luas.

setelah lelah, bercengkrama di atas, saatnya untuk tidur. karna esok pagi harus bangun untuk melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi Gunung Ungaran. dua tenda ternyata tak cukup untuk kami ber 10. meskipun sudah bertukar orang, ternyata tetap. ga muat. hahaha :D. apalah daya, terimasajalah.

suara yang terdengar, serasa dekat sekali dengan tenda kami. padahal tenda sebelah berbicara pelan dan jarak tak terlalu dekat.

DSC_0706

usaha untuk tidur ternyata sulit dilakukan karena dingin terlalu kuat dan membuat gerakan-gerakan tanda kedinginan. sampai akhirnya, sekitar jam 2, pada tenda yang aku tempati, orang orang didalamnya bangun semua. mereka merasakan dingin seperti yang aku rasakan. oleh karena itu, kami memutuskan untuk memasak air dan membuat kopi panas. di DALAM TENDA. setelah selesai membuat kopi, tiba-tiba tenda kawan sebelah memanggil dan mengajak membuat kopi. hahaha 😀

sontak langsung kami yang di dalam tenda menyembunyikan kopi yang kami buat tadi dan berpura-pura terbangun karena mereka. hahaha 😀 setelah mereka masuk, kami tak tega melihat mereka kedinginan dan membuka kembali minuman yang kami buat tadi.

setelah bercengkrama cukup lama dan sedikit menghangatkan tangan dan tubuh, lalu kami keluar untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke puncak gunung.

Posted in me and words, Me and world

Pendakian Pertama di Gunung Ungaran (part 1)

PART I (PREPARE)

dulu mendaki adalah salah satu dari sekian banyak mimpiku yang belum tercapai. padahal tempat tinggalku berada di daerah pegunungan. memandang megahnya gunung menjadi salah satu hiburan sendiri karena dapat melihat secara jelas lukisan alam yang telah di ciptakan oleh Sang Pencipta. oleh karena itulah aku selalu bermimpi ingin selalu mendaki sampai puncak dan ingin tau bagaimana pemandangan dunia jika dilihat dari Sang Argo.

dan Akhirnya……

tanggal 4-5 Agustus 2015 akhirnya salah satu mimpiku dapat tercapai. Gunung Ungaran yang setiap hari kulihat dapat kudaki. dan yang pasti bersama dengan Teman-Teman gokilku yang super. (Elsa, Prima, Maryo, Perry, Christine, Enggar, Arjun, Rio dan Mas Candy)

pendakian itu merupakan rencana dengan persiapan yang mepet. rencana yang sebelumnya akan dilakukan di gunung andong tapi ga jadi karena ga tau jalan, tak persiapan transportasi dan tak tau medan. kalau ke gunung Ungaran kan beberapa temanku udah pernah kesana, jadi bisa lah buat jadi pemandu jalan kami.

sekitar jam 10 aku datang kerumah ketua kelompok (yg jaket oren namanya Prima). aku menunggu di per3an Langensari bersama Enggar dan karena rumah prima lumayan jauh dari jalan raya, ya Arjun dan Prima harus menjemput kami deh. hehehe ….

sampe rumahnya, perlengkapan sudah siap sedia. kayak tenda, matras dan nesting. selagi menunggu yang dari Semarang (ceritanya lagi nunggu Maryo, Mas Candy, Rio and Perry) dateng, kami persiapin lagi apa aja yang harus dibawa keatas. beli makanan. charge hp, charge kesadaran pula..

sekian lama menunggu, akhirnya mereka datang juga. kami mulai membagi-bagi perlengkapan dan amunisi logistik. bagaikan tersadar dari bobo ciank, transportrasi masih bingung mau pake apa. dan kebetulan sekali ada tetangga Prima yang punya mobil pickup. dan akhirnya kami memutuskan untuk meminjam mobil itu dengan dibantu oleh papinya prima 😀

terimakasih tetangganya prima bapak yang punya pickup, terimakasih papinya prima 😀

setelah mobil diparkir ke halaman rumah, mulailah menaikkan barang-barang ke atas mobil. dan ga bakalan lupa untuk menaikkan badan ke atas mobil. dan saatnya berangkat…..!!!!!