Posted in me and words, Uncategorized

ORE WA REN!-Luka Hati Sang Pencari Mimpi

Baru-baru ini aku menemukan sebual bacaan yang menurutku keren.  Novel yang aku pinjam dari perpustakaan daerah Ungaran, letaknya dekat dengan alun-alun lama Ungaran dan pinggir jalan yang merupakan jalur angkutan umum.

ORE WA REN! – Luka Hati Sang Pencari Mimpi

Dari judulnya sudah langsung dikenali kalau novel ini ada unsur jepang-jepang gitu. Memang ada. Cuma cerita ini bukan bercerita tentang Jepang atau berlatar di Jepang namun di Indonesia.

Ren adalah seorang sosok pemuda jepang yang pindah sekolah ke Solo. Sejak awal kemunculannya, dia menjadi pusat perhatian semua orang disekolah. Bukan hanya karena dia murid pindahan dari Jepang, namun karena sikapnya yang tidak mentaati peraturan yang ada di sekolah.

Dalam sekejap, dia langsung menjadi popular dikalangan para gadis. Badannya yang atletis, jago main basket, dari luar negeri lagi. Bayangin mukanya aja udah bikin meleleh ni…. Hehe. Dia pun langsung memiliki teman-teman dekat dan sangat peduli padanya. Sikapnya yang selalu baik pada semua orang, ekspresinya yang seperti orang tanpa dosa semakin menambah orang-orang yang ada di dekatnya merasa nyaman dan senang.

Ternyata, dibalik fisiknya yang keren dia menyimpan kegelapan dalam hidupnya. Kegelapan yang selalu menghantui dirinya setiap malam. Minuman keras hanya menjadi temannya dalam kebimbangan, dalam pelariannya dan juga dalam kesendiriannya. Dia selalu merasa sendiri. tak memiliki keluarga yang sayang padanya dan membuatnya terjerumus dalam kegelapan.

Setelah dia merasa diterima oleh orang-orang sekitarnya, kejadian yang tak diinginkannya pun datang juga. Semua teman dan guru tahu kalau dia memiliki penyakit yang sangat berbahaya. Berawal dari goresan kapur basah di papan tulis, sampai kebenaran yang akhirnya terungkap. Meski ada yang hanya menganggap kabar itu gossip, namun kebenaran memang tak harus disembunyikan. Biarkan kebenaran muncul begitu saja.

Akibat kejadian itu, Ren kembali menjadi manusia yang merasa terbuang. Merasa tak memiliki arti hidup. Menjadi Ren yang kesepian. Namun, disaat terpuruk pun teman-teman terdekatnya selalu ada untuknya.

Belum usai masalah, muncul masalah baru. Orang yang tak dikenal dengan pakaian serba hitam, berkacamata dan bermuka Jepang mencari Ren. Banyak peristiwa yang dialami olehnya. Menggelandang, dikejar orang, berdarah, dicintai, hingga pengungkapan kebenaran yang tak pernah dia ketahui sebelumnya.

Di saat pelariannya, mata yang selalu memperhatikan Ren sejak awal mengungkapkan kebenaran bahwa dia adalah Saudara kembar Ren yang dari lahir telah terpisah oleh jarak. Kaget, senang, marah bercampur ketika Ren mendengar cerita itu. Dia kembali merasa punya keluarga. Kebenaran baru mulai terungkap semua, sang ayah yang dianggapnya tak pernah peduli padanya datang untuk menjemputnya kembali ke Jepang.

Orang yang selama ini mengejarnya mengancam melukai temannya, tanpa pikir panjang dia langsung beranjak pergi. Karena dia memang ada urusan dengan orang yang mencarinya. Orang itu adalah Saiko-komon pimpinan tertinggi setelah Oyabun, salah satu dari jajaran pimpinan tertinggi organisasi mafia Jepang Yakuza. Ren menceritakan niatnya untuk keluar dari organisasi itu meski tak mudah. Tubuhnya kembali tergores oleh sayatan pisau dan merusak tato kode keanggotaan yang ada di pergelangan tangannya. Kode yang selalu tertutupi oleh gelang yang terbuat dari akar-akaran.

Setelah selama pelariannnya, dia kembali merasa mempunyai keluarga baru, merasa dianggap. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantuinya akhirnya terjawab. Mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya akhirnya terungkap. Kasih sayang seorang ayah kembali didapatnya. Perjuangannya melawan penyakit HIV yang dideritanya tak lagi membuatnya merasa terkucilkan, karena ada orang-orang yang menyayanginya meski dia tau hidupnya tak lama.

Advertisements

Author:

Penerima Beasiswa Unggulan oleh Kemendikbud di UNIKA Soegijapranata Fakultas Ilmu Komputer Progdi Game Technology Sistem Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s